Mengajarkan Anak Takbir Awal Dzulhijjah

0
425

Ini adalah salah satu sunnah di awal Dzulhijjah yaitu bertakbir. Bagaimana cara mengajarkan anak kita untuk memahami hal ini?

 

Asalnya anak dididik itu dengan cara:

  1. Keteladanan
  2. Kebiasaan
  3. Nasihat
  4. Peringatan
  5. Hukuman

Hal ini diterangkan secara garis besar oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Tarbiyyah Al-Awlad fii Al-Islam (2:475).

Pengajaran anak terhadap amalan sunnah pada awal Dzulhijjah bisa lewat keteladanan dan pembiasaan.

Keteladanan ini yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah sebagaimana riwayat berikut ini.

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Dikeluarkan oleh Bukhari tanpa sanad (mu’allaq), pada Bab “Keutamaan beramal di hari tasyriq”)

Takbir awal Dzulhijjah adalah takbir bebas, kapan saja, di mana saja. Takbir ini adalah implementasi dari ayat,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS. Al Hajj: 28). “Ayyam ma’lumaat” menurut salah satu penafsiran adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pendapat ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama di antaranya Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, ‘Atho’, Mujahid, ‘Ikrimah, Qotadah dan An-Nakho’i, termasuk pula pendapat Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad (pendapat yang masyhur dari beliau). Lihat perkataan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoif Al-Ma’arif, hlm. 462 dan 471.

 

Contoh mengajarkan

Ruwaifi lagi bermain di rumah.

Ayah: Ifi, jangan lupa takbir!

Ruwaifi: Njih.

Ayah: Emangnya takbir apa, Ifi?

Ruwaifi: Takbir awal Dzulhijjah.

Lantas ayah menuntun takbir hingga tiga kali:

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLALLAH, ALLAHU AKBAR, WA LILLAHIL HAMD.

Sambil bermain pun, anak masih bisa bertakbir awal Dzulhijjah.

Semoga ayah bunda bisa mengajarkan pada putra putri tercinta.

Muhammad Abduh Tuasikal

Jumat Pagi, 6 Dzulhijjah 1442 H

Artikel Ruqoyyah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here