Banyak Anak Lebih Baik

0
447

Banyak anak lebih baik. Bukan dua anak lebih baik. Karena Islam menyukai banyaknya pengikutnya. Banyaknya pengikut diperoleh dengan banyaknya keturunan.

Jadi memiliki dua anak itu belum cukup.

Coba renungkan hadits berikut.

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ إِنِّى أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لاَ تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا قَالَ « لاَ ». ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ « تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ ».

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.”

Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.

Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan)

Dua Sifat Wanita yang Dicari

Di sini diperintahkan menikahi wanita yang mempunyai dua sifat yaitu:

  • al wadud (penyayang) yaitu menyayangi suaminya
  • al walud (memiliki banyak keturunan)

Penyayang di sini bisa dilihat dari tutur kata dan suka berpenampilan cantik di hadapan suami. Demikian penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 11: 27.

Dalam ‘Aunul Ma’bud (6: 50) disebutkan, “Dalam hadits di atas dikaitkan antara al wadud dan al walud (yaitu penyayang dan punya banyak keturunan). Karena setiap wanita yang penyayang itu akan disenangi suaminya sehingga suami semangat untuk menambah keturunan. Bila penyayang namun tidak bisa mendatangkan keturunan, maka tidak bisa menggapai tujuan nikah, yaitu memperbanyak umat Islam dengan banyaknya keturunan.”

Bagaimana Mengetahui Wanita Punya Banyak Keturunan?

Bisa dikenal kalau wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan) seperti diketahui wanita itu tidak mengalami haidh. (‘Aunul Ma’bud, 6: 50)

Sedangkan mengenal kalau wanita itu punya banyak keturunan adalah dari kerabat dekatnya.

Di halaman yang sama, dalam ‘Aunul Ma’bud dijelaskan, “Mengetahui bahwasanya calon pasangan itu subur dapat diketahui dari wanita lain dari kerabatnya. Karena secara tabi’at, satu kerabat dan lainnya saling memiliki sifat yang hampir sama.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menyatakan bahwa untuk janda jelas dapat diketahui dilihat dari keturunannya yang ada dan ia bisa memiliki keturunan seperti sebelumnya. Sedangkan untuk gadis perawan tidak bisa dikenali seperti itu. Namun hal ini dapat diketahui dari kerabat dekatnya. Karena mungkin saja di antara mereka saling mewarisi sifat lahir maupun batin. Begitu pula dalam hal banyaknya keturunan. (Lihat Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 11: 27-28)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bangga dengan Umatnya yang Banyak

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan bangga dengan pengikutnya yang banyak. Dan tidak ada nabi yang lebih banyak pengikutnya selain beliau. Banyaknya pengikut tentu saja ada sebab yang dilakukan. Sebab yang ditempuh adalah setiap umatnya diperintahkan untuk punya banyak keturunan. Inilah penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 11: 28.

Dua Anak Lebih itu Lebih Baik

Kalau ajaran Islam memerintahkan untuk memperbanyak keturunan. Ini bertentangan dengan program ‘dua anak itu lebih baik’. Karena slogan tersebut jelas bermaksud untuk mempersedikit jumlah umat Islam ini. Dakwah seperti ini adalah dakwah jahiliyyah dan bertentangan dengan dakwah Islam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin memberikan keterangan, “Seruan untuk mempersedikit keturunan adalah seruan orang-orang kafir atau orang-orang jahil. Orang-orang kafir jelas sangat ingin jumlah umat Islam itu sedikit. Orang jahil pun demikian tak tahu maksud dan manfaat dari punya banyak keturunan. Ia hanya ingin melampiaskan syahwat saja pada pasangannya tanpa bermaksud untuk menambah keturunan atau mempersedikitnya.

Kita saksikan saat ini, sungguh disayangkan, banyak yang punya keinginan untuk mempersedikit keturunan. Yang dipikirkan adalah bagaimana memenuhi hajat syahwat antar pasangan. Sehingga tak dipikirkan untuk menambah keturunan. Sungguh pemahaman seperti ini sangat picik.

Ketahuilah, anak selalu mendatangkan kebaikan. Allah akan membuka pintu rezeki yang tak pernah kita bayangkan dengan adanya anak tersebut. Karena Allah sendiri yang menyatakan,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya” (QS. Huud: 6).

Sampai-sampai khawatir punya keturunan lagi, akhirnya para wanita menggunakan berbagai alat atau cara pencegah kehamilan (di antaranya: mengikuti program KB atau Keluarga Berencana dengan dua anak saja, -pen). Ada bahaya dari program semacam ini, di samping menghalangi maskud syari’at untuk memperbanyak keturunan.” (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 11: 31).

Kalau alasannya punya banyak anak karena khawatir rezeki. Ingatlah, Allah yang menjamin rezeki. Tak percaya pula?

Hanya Allah yang memberi taufik.

 

Referensi:

‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Al ‘Azhim Abadi, terbitan Darul Faiha’, cetakan pertama, tahun 1430 H.

Fathu Dzil Jalali wal Ikram Syarh Bulughil Maram, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, terbitan Madarul Wathon, cetakan pertama, tahun 1424 H.

Selesai disusun di Panggang Gunungkidul @ Darush Sholihin, 5: 17 PM, Rabu sore, 5 Jumadats Tsaniyyah 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here