Tiga Pilar Islam

0
692

Ayah bunda, kita bisa kenalkan lagi tiga pilar Islam pada anak kita.

Islam itu kata Syaikh Muhammad At-Tamimi adalah:

  1. Al-istislaamu lillahi bit tauhiid, yaitu berserah diri kepada Allah dengan bertauhid.
  2. Al-inqiyadu lahu bith tho’ah, yaitu patuh kepada Allah dengan taat.
  3. Al-khulushu minasy syirki, yaitu lepas dari syirik.

Yang dimaksud berserah diri kepada Allah dengan bertauhid adalah taat dan merendahkan diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, yaitu dengan mengesakan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah-Nya.

Yang dimaksud patuh kepada Allah dengan ketaatan adalah patuh dalam perintah dan larangan, di mana bentuknya adalah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.

Sedangkan yang dimaksud dengan lepas dari syirik adalah meninggalkan orang musyrik dan perbuatan syirik. Inilah yang menandakan Islamnya itu sempurna. Orang muslim itu tidak berserikat dengan orang musyrik dalam keyakinan, ucapan, dan amalan. Orang muslim itu tidak bersatu dalam tempat tinggal. Orang muslim juga tidak tasyabbuh (menyerupai) kebiasaan non-muslim. Orang muslim tidak meyakini apa yang diyakini non-muslim. Orang muslim juga tidak taklid (mengikuti tingkah laku) non-muslim. Contohilah Nabi Ibrahim dalam hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُوا۟ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُا۟ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةُ وَٱلْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥٓ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. Al-Mumtahanah: 4)

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: 

Hushul Al-Ma’mul bi Syarh Tsalatsah Al-Ushul. Cetakan kedua, Tahun 1430 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Maktabah Ar-Rusyd.

 

Ditulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Ruqoyyah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here