Doa itu Ibadah

0
2618

Ayah, bunda …

Kita perlu pahamkan kepada anak-anak kita mengenai doa adalah ibadah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Doa adalah ibadah” (HR. Abu Daud, no. 1479; Tirmidzi, 5:426; Ibnu Majah, no. 3828; Ahmad, 30:297-298. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih)

Doa itu ada yang bentuknya ibadah dan ada bentuknya adalah pengajuan permintaan. Bentuk doa pertama disebut dengan doa ibadah. Bentuk doa kedua disebut dengan doa masalah.

Kalau kita berdoa sehari-hari, berarti kita sedang mengajukan permintaan mengenai masalah-masalah kita. Ini disebut dengan doa masalah.

Doa itu termasuk ibadah yang paling agung sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS. Al-Mu’min: 60). Di dalam ayat ini disebutkan bahwa doa adalah ibadah.

 

Catatan tentang doa yang bisa diperhatikan oleh ayah bunda untuk diajarkan pada anak

1. Doa itu terkabul dalam tiga bentuk.

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan do’anya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad, 3:18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini jayyid.)

2. Doa bisa memudahkan seorang muslim menjalani takdir dengan baik.

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيدُ فِى الْعُمُرِ إِلاَّ الْبِرُّ

Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan.” (HR. Tirmidzi, no. 2139 dalam Kitab Al-Qadr, Bab “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa”. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 154, 1:286-288, menyatakan bahwa hadits ini hasan).

3. Doa dengan lirih itu lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205).

Moga manfaat untuk ayah bunda.

 

Referensi: 

Hushul Al-Ma’mu bi Syarh Tsalatsah Al-Ushul. Cetakan kedua, Tahun 1430 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Maktabah Ar-Rusyd.

 

Ditulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Ruqoyyah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here