Sejarah Nabi Muhammad Secara Ringkas, Orang Tua, Keluarga, dan Kerabat Nabi

0
4878
  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai nama lengkap : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib. 

    Secara nasab:

    Muhammad

    bin ‘Abdullah

    bin ‘Abdul Mutthalib

    bin Hasyim

    bin Abdi Manaf

    bin Qusaiy

    bin Kilab

    bin Murroh

    bin Ka’b

    bin Luay

    bin Ghalib

    bin Fihr

    bin Nadhr

    bin Kinanah

    bin Khuzaimah

    bin Mudrikah

    bin Ilyas

    bin Mudhar

    bin Nizar

    bin Ma’ad

    bin Adnan

  2. Nama Ayahnya : Abdullah bin Abdul Muththalib.
  3. Nama Ibunya : Aminah binti Wahab.
  4. Beliau lahir pada hari Senin, malam 12 Rabiul Awal di Makkah tahun 571 masehi atau biasa disebut Tahun Gajah. Karena pada tahun tersebut datang pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah dari negeri Habasyah untuk merobohkan Ka’bah.
  5. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dibesarkan di Makkah sebagai anak yatim, karena ayahnya wafat di Madinah saat beliau dikandungan ibunya dalam usia 2 bulan.
  6. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib As-Sa’diyah selama 5 tahun.
  7. Saat beliau berusia 6 tahun ibunya meninggal, dan kemudian beliau diasuh oleh Ummu Aiman di bawah tanggungan kakeknya. Hal tersebut berlangsung selama 2 tahun.
  8. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 8 tahun kakeknya meninggal dan kemudian diasuh oleh pamannya Abu Thalib.
  9. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 12 tahun, beliau diajak berdagang ke negeri Syam oleh pamannya Abu Thalib, dan kemudian bertemu dengan pendeta Buhaira.
  10. Pada tahun kelima belas, beliau pernah ikut dalam peperangan fijar yang terjadi disuatu disuatu tempat antara Nahlah dan Thaif.
  11. Ketika beliau berusia 25 tahun, beliau kembali melakukan perjalanan ke Syam dengan membawa barang dagangan milik Khadijah binti Khuwailid ditemani oleh Maisarah. Dan kemudian bertemu dengan rahib bernama Nasthur, dan ia pun memahami adanya keistimewaan pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  12. Setelah pulang dari negeri Syam beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, yaitu dua bulan sesudah kedatangannya. Saat itu usia Khadijah 40 tahun.Kemudian dikaruniai dua putra (Al Qasim dan Abdullah) dan empat putri (Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah), ketiga putranya (termasuk Ibrahim, putra dari Mariyah) meninggal waktu kecil.
  13. Keempat putrinya hidup sampai mereka besar, dan kemudian : – Zainab menikah dengan Abil Aash ibnu Rabi’ – Ruqayyah menikah dengan Utbah bin Abi Lahab – Ummu Kultsum menikah dengan Utaibah bin Abi Lahab (Kemudian Ruqayyah dan Ummu Kultsum menikah dengan Utsman bin Affan) – Fatimah Az Zahra menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
  14. Pada usia 35 tahun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dipercaya untuk meletakkan batu Hajar Aswad di Ka’bah.
  15. Pada usia 40 tahun beliau menyendiri di Gua Hira’ dan kemudian menerima wahyu yang pertama yang diturunkan oleh malaikat jibril yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Kemudian turunlah wahyu kedua yaitu surah Al-Mudattsir ayat 1-7. Kemudian setelah itu, wahyu berangsur-angsur turun.
  16. Selama 3 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi kemudian turun surah Al-Hijr ayat 94, lalu beliau disuruh berdakwah secara terang-terangan.
  17. Pada tahun ke 10 terjadi peristiwa “Amul Huzni” yaitu wafatnya Abu Thalib dan Khadijah. Kemudian terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj (untuk melakukan perintah shalat 5 waktu).
  18. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti perang (disebut ghazwah) sebanyak 25 kali (ada juga yang berpendapat 27 kali). Ada juga peperangan kecil (tidak diikuti oleh Nabi, tetapi dipimpin oleh sahabat Nabi, disebut sariyyah) sebanyak 56 kali. Nabi Muhammad tidak kontak senjata kecuali dalam sembilan peperangan:
    1. Perang Badar
    2. Perang Uhud
    3. Perang Khandaq 
    4. Perang Bani Quraizah
    5. Perang Bani Musthaliq
    6. Perang Khaibar
    7. Fathul Makkah
    8. Perang Hunain
    9. Perang Thai’f
  19. Pada tahun 10 hijriyah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Haji Wada’.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak 4 kali setelah Hijrah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhaji itu sekali yaitu Haji Wada’ pada tahun 10 Hijriyah. 

*Catatan dari Tahdzib As-Sirah An-Nabawiyyah: Empat kali umrah adalah tiga di bulan Dzulqa’dah yaitu umrah Hudaibiyyah, umrah Qadha’, dan umrah dari Ji’ranah setelah membagi-bagi harta rampasan perang Hunain. Sedangkan keempatnya bersamaan dengan haji.

11. Setelah itu beliau jatuh sakit dan beliau wafat pada usia 63 tahun yang bertepatan pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 11 Hijriyah di waktu dhuha.

 

Istri-Istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Istri Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam ada 11. Dua di antaranya wafat sebelum Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah. Sembilan lainnya wafat setelah beliau shallallahu ’alaihi wa sallam yaitu:

1. Aisyah

2. Saudah

3. Hafshah

4. Maimunah

5. Ummu Habibah (Ramlah)

6. Zainab binti Jahsy

7. Ummu Salamah

8. Juwairiyah

9. Shafiyyah

Budak wanita milik beliau ada empat, di antaranya adalah Mariyah Qibthiyyah.

 

Urutan tahun pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istrinya:

  1. Khadijah binti Khuwailid (tahun pernikahan: 25 tahun Gajah)
  2. Saudah binti Zam’ah (tahun pernikahan: 10/ 11 kenabian)
  3. ‘Aisyah binti Abu Bakr (tahun pernikahan: 10/ 11 kenabian)
  4. Hafsah binti Umar (tahun pernikahan: 2/3 Hijriyah)
  5. Zainab binti Khuzaimah (tahun pernikahan: 3 Hijriyah)
  6. Ummu Salamah (tahun pernikahan: 4/ 3 Hijriyah)
  7. Zainab binti Jahsy (tahun pernikahan: 5/ 4/ 3 Hijriyah)
  8. Juwairiyyah binti Al-harits (tahun pernikahan: 6/5 Hijriyah)
  9. Ummu Habibah (tahun pernikahan: 5 Hijriyah)*
  10. Shafiyah binti Huyay (tahun pernikahan: 7 Hijriyah)
  11. Maimunah binti Al-harits (tahun pernikahan: 7 Hijriyah)

*Disebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah tahun 5 Hijriyah, walaupun ada yang mengatakan tahun 7 H.

 

Putra dan Putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Anak-anak beliau shallallahu ’alaihi wa sallam berjumlah tujuh, tiga laki-laki wafat saat kecil, yaitu:

– Qasim

– Ibrahim

– Abdullah

Empat di antaranya perempuan, mereka adalah

1. Zainab, menikah dengan Abul ‘Ash bin Rabi’

2. Ruqayyah, menikah dengan Utsman bin ‘Affan

3. Ummu Kultsum, menikah dengan Utsman setelah wafat Ruqoyyah

4. Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib

Semua anak beliau berasal dari Khadijah radhiyallahu ‘anha kecuali Ibrahim yang ibunya adalah Mariyah Qibthiyyah.

 

Keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Paman-paman beliau shallallahu ’alaihi wa sallam ada 11 orang. Di antaranya Hamzah, Abbas, dan Abu Thalib. Bibi-bibi beliau ada 6 orang, di antaranya adalah Shafiyyah, Ibu Zubair bin Awwam. Saudara laki-laki dari ibu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ada tiga orang dan saudara perempuan dari ibu ada seorang.

 

Perang Penting di Masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Ada 27 perang yang diikuti oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam (disebut: ghazwah), perang yang paling penting adalah:

1. Perang Badar Al-Kubra (2 H)

2. Perang Uhud (3 H)

3. Perang Khandaq/ Ahzab (5 H)

4. Perang Hudaibiyah (6 H)

5. Perang Fathu Makkah (8 H)

6. Perang Tabuk (9 H)

Selain itu ada sariyyah (perang yang tidak dihadiri oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam) ada 35 perang.

 

Artikel Ruqoyyah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here