Kisah Nabi Idris

0
913

Idris adalah keturunan Nabi Adam dari Syits yang mendapat kenabian. Nabi Idris adalah manusia pertama di muka bumi yang menulis dengan qalam (pena).

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Nabi Idris masih mendapati masa Nabi Adam 308 tahun. Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah, 1:234.

Tentang Nabi Idris disebutkan dalam ayat dalam surah Maryam,

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam: 56-57)

Kemudian malaikat tersebut membawa Nabi Idris ke langit keempat lalu bertemu malaikat maut. Lalu dinyatakan bahwa waktu hidup Nabi Idris sebentar lagi. Malaikat maut pun mencabut ruh idris di langit keempat.

 

Pelajaran penting yang bisa diambil

  1. Malaikat pencabut nyawa disebut malaikat maut, bukan Izrail.
  2. Kematian itu sudah ditetapkan waktunya, tidak ada yang bisa mengundurnya.
  3. Nabi Idris ‘alaihis salam sudah tiada, bukan seperti klaim sebagian orang bahwa Nabi Idris masih hidup.

 

Ringkasan Tentang Nabi Idris

Namanya: Idris bin Yarid, keturunan dari Syits bin Adam.

Masa hidupnya: 4833 – 4188 sebelum masehi (umurnya: 645 tahun)

Diangkat jadi nabi pada tahun: 4350 sebelum masehi (pada usia: 483 tahun)

Kaumnya: keturunan Syits, ada juga yang mengatakan keturunan Qabil.

Tempat diutus: Irak Al-Qadim (lama)

Penyebutannya dalam Al-Qur’an: dua kali

Mukjizat Idris: (1) diturunkan oleh Allah tiga shuhuf (lembaran wahyu); (2) yang pertama kali menulis dengan qalam (pena); (3) ia dikenal memiliki nasihat-nasihat bijak dan bahasa sastra (adab) seperti kalimat “khoirud dunyaa hasarotun, wa syarruha nadaamatun” (sebaik-baik dunia hanyalah kerugian, yang paling buruk dari dunia adalah penyesalan).

Meninggal dunia: diangkat kepada Allah, di langit keempat

 

Referensi:

  1. Al-Bidayah wa An-Nihayah. Cetakan Tahun 1436 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar ‘Alam Al-Kutub. 1:234.
  2. Athlas Tarikh Al-Anbiya wa Ar-Rusul. Cetakan ke-13, Tahun 1438 H. Sami bin ‘Abdullah bin Ahmad Al-Maghluts. Penerbit  Obekan.
  3. Ringkasan Al-Bidayah wa An-Nihayah. Ibnu Katsir. Penerbit Insan Kamil.

 

Disusun oleh:

  1. Rumaysho Fathmah Tuasikal
  2. Ruwaifi’ Tuasikal

Dikoreksi ulang oleh:

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Ruqoyyah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here