Kisah Nabi Ibrahim dan Cecak yang Memperbesar Apinya

1
3690

Cecak termasuk hewan fasik. Siapa yang membunuh cecak ternyata bisa raih pahala. Kenapa cecak diperintahkan dibunuh? Sejarahnya sebagai berikut.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek. Beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik.” (HR. Muslim, no. 2238). Imam Nawawi rahimahullah membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim pada judul Bab “Dianjurkannya membunuh cecak.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

Barang siapa yang membunuh cecak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Baca Juga: Hukum Membunuh Semut dan Kecoak yang Mengganggu

Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ « كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cecak. Beliau bersabda, “Dahulu cecak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)

Kata Imam Nawawi, satu riwayat menyebutkan bahwa membunuh cecak akan mendapatkan seratus kebaikan. Dalam riwayat lain, membunuh cecak mendapatkan tujuh puluh kebaikan. Kesimpulan dari Imam Nawawi, semakin besar kebaikan atau pahala dilihat dari niat dan keikhlasan, juga dilihat dari makin sempurna atau kurangnya keadaan. Seratus kebaikan yang disebut adalah jika sempurna, tujuh puluh jika niatannya untuk selain Allah. Wallahu a’lam.  (Syarh Shahih Muslim, 14: 210-211)

Baca Juga:

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Ruqoyyah.Com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here