Pendidikan Anak adalah Kewajiban Orang Tua
Islam memerintahkan orang tua untuk mendidik keluarga agar selamat dari api neraka. Allah Ta’ala berfirman,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menjelaskan ayat ini:عَلِّمُوهُمْ وَأَدِّبُوهُمْ
“Ajarkanlah ilmu kepada mereka dan didiklah mereka dengan adab.” Artinya, tugas orang tua bukan sekadar memberi makan, pakaian, dan pendidikan dunia, tetapi juga membimbing anak menuju keselamatan akhirat.Ikhtiar Orang Tua Memiliki Batas
Sebesar apa pun kasih sayang orang tua, mereka tidak mampu mengubah hati anak. Banyak orang tua yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan air mata, tetapi anak tetap sulit diarahkan. Inilah yang disadari oleh Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. Beliau pernah berdoa:اللَّهُمَّ إِنِّي اجْتَهَدْتُ أَنْ أُؤَدِّبَ عَلِيًّا، فَلَمْ أَقْدِرْ، فَأَدَّبْتَهُ أَنْتَ لِي.
“Ya Allah, sungguh aku telah berusaha dengan sungguh-sungguh mendidik Ali (putraku). Namun aku tidak mampu. Maka Engkaulah yang mendidiknya untukku.” Doa ini disebutkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (8/299) dan dinukil oleh Al-Mizzi dalam Tahdzib al-Kamal pada biografi Ali bin Al-Fudhail. Perhatikan ungkapan beliau. Beliau tidak berkata, “Aku sudah berhasil mendidiknya.” Beliau justru mengakui kelemahannya. Ini adalah pelajaran tauhid yang sangat dalam: ikhtiar adalah tugas manusia, sedangkan hidayah adalah milik Allah.Hati Anak Berada dalam Genggaman Allah
Allah Ta’ala berfirman,إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Qashash: 56) Jika Rasulullah ﷺ saja tidak mampu memberikan hidayah kepada orang yang beliau cintai, maka terlebih lagi kita. Karena itu, orang tua tidak boleh hanya sibuk memperbaiki metode pendidikan, tetapi juga memperbanyak doa kepada Dzat yang membolak-balikkan hati manusia.Jangan Pernah Meremehkan Doa Orang Tua
Banyak orang tua menghabiskan biaya besar untuk pendidikan anak, tetapi hanya sedikit waktu yang digunakan untuk mendoakan mereka. Padahal, doa orang tua termasuk doa yang mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda,ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan, tanpa diragukan lagi: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, hasan) Betapa ruginya bila orang tua lebih banyak memarahi anak daripada mendoakannya.Jadikan Doa Ini sebagai Doa Harian Orang Tua
Doa Al-Fudhail dapat dijadikan doa bagi setiap orang tua dengan sedikit penyesuaian lafaz.اللَّهُمَّ إِنِّي اجْتَهَدْتُ أَنْ أُؤَدِّبَ وَلَدِي، فَلَمْ أَقْدِرْ، فَأَدِّبْهُ أَنْتَ لِي.
Allāhumma innī ijtahadtu an u’addiba waladī, fa lam aqdir, fa addibhu anta lī. “Ya Allah, sungguh aku telah bersungguh-sungguh untuk mendidik anakku, tetapi aku tidak mampu. Maka didiklah ia untukku.” Doa ini bukan hadits Nabi ﷺ, melainkan doa seorang ulama salaf. Karena itu, tidak diyakini sebagai doa yang memiliki keutamaan khusus, tetapi kandungannya sangat baik dan sesuai dengan ajaran Islam.Lima Pelajaran Parenting dari Doa Al-Fudhail
1. Pendidikan anak adalah amanah, bukan sekadar pilihan. Orang tua wajib mengajarkan akidah, ibadah, akhlak, dan adab kepada anak-anaknya. 2. Ikhtiar harus maksimal. Doa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Orang tua tetap harus menjadi teladan, memberikan nasihat, memilih lingkungan yang baik, dan mengawasi pergaulan anak. 3. Jangan sombong ketika anak menjadi saleh. Kesalehan anak adalah karunia Allah, bukan semata hasil kemampuan orang tua. 4. Jangan putus asa ketika anak sulit berubah. Selama Allah belum menutup pintu hidayah, orang tua tidak boleh berhenti berdoa. 5. Perbanyak doa dibanding celaan. Anak lebih membutuhkan doa orang tuanya daripada kemarahan yang terus-menerus.Penutup
Sering kali orang tua merasa gagal ketika melihat anak belum seperti yang diharapkan. Padahal, Allah tidak membebani kita untuk memastikan hasil, tetapi memerintahkan kita agar menunaikan ikhtiar sebaik-baiknya. Setelah itu, serahkan hati anak kepada Dzat yang menciptakannya. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang bertauhid, berakhlak mulia, mencintai ilmu, serta menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya di dunia dan akhirat.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a’yunin waj’alnā lil-muttaqīna imāmā. Artinya: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata, serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74) Referensi- Abu Nu’aim al-Ashbahani. Hilyatul Auliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’, 8/299.
- Al-Mizzi. Tahdzib al-Kamal fi Asma’ ar-Rijal, biografi Ali bin Al-Fudhail bin ‘Iyadh.
- Tafsir Ibnu Katsir, QS. At-Tahrim: 6.
- Tafsir Ath-Thabari, QS. At-Tahrim: 6.
- HR. Abu Daud no. 1536 dan At-Tirmidzi no. 1905 tentang doa orang tua yang mustajab.


